RSS

Antara Solusi dan Masalah

28 Jul

Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam sebuah kesempatan pernah berujar: “Jadilah solusi untuk Indonesia. Jika kalian tidak bisa menjadi solusi, jelas kalian hanya akan menambah masalah di negeri ini.”

Sebuah pesan filosofis yang sangat dalam dan penuh makna. Pesan yang hanya memberikan 2 pilihan pada kita: Menjadi solusi atau justru menambah masalah. Jadi, dimanapun kita berada, siapapun dan jadi apapun kita, apapun yang kita lakukan, selalu ada yang namanya konsekuensi. Konsekuensi untuk diri kita sendiri, konsekuensi untuk orang lain dan lingkungan, konsekuensi untuk bangsa dan negara. Dengan kata lain hanya ada hitam dan putih, tidak ada abu-abu.

Sebagai contoh, kemacetan yang sudah menjadi ritual wajib harian di kota-kota besar seperti Jakarta. Sebagai pengguna jalan, jika kita tidak bisa memberikan solusi atas masalah kemacetan, berarti kita hanya memperburuk masalah kemacetan itu.

Ah, tapi itu pendapat Bu Sri Mulyani. Kalau pendapat saya, lain lagi ceritanya. Menurut saya, diantara 2 aliran itu –Jadi Solusi dan Menambah Masalah- masih ada titik tengah nya. Kaum Moderat kalau orang bilang. Apa maksudnya?

Begini, dari hasil perenungan dan penerawangan spiritual saya, tidak bisa menjadi solusi belum tentu akan menambah masalah. Bisa saja kita tidak menjadi solusi tapi juga tidak menambah masalah. Jadi bukan hanya hitam dan putih, masih ada abu-abu.

Agar lebih mudah dipahami, akan saya sajikan contoh-contoh nyata tindakan yang –menurut saya- masuk dalam kelompok abu-abu tersebut.

MASALAH

TINDAKAN SAYA

Kemacetan Bersepeda ke kantor
Polusi udara dari kendaraan bermotor Menggunakan sepeda sebagai alat transportasi alternatif
Pelanggaran lalu lintas Berhenti saat lampu merah, walaupun jalanan kosong, walaupun orang lain tetap melaju.
Antrian semrawut Tetap mengantri dengan tertib, walaupun orang lain tidak tertib.
Kebersihan Membuang sampah di tempat sampah. Jika tidak ada tempat sampah, bawa sampah sendiri sampai ketemu tempat sampah.
Suap dalam pelayanan kependudukan Mengajukan permohonan pembuatan KTP sesuai prosedur, walaupun harus menunggu selama 6 bulan.

Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain tentunya. Saya yakin anda juga punya contoh tindakan nyata anda sendiri.

Menurut saya, tindakan-tindakan di atas bukanlah solusi atas permasalah yang ada. Tapi juga tidak menambah masalah yang sudah ada.

Masalah kemacetan di Jakarta tidak terselesaikan dengan saya bersepeda ke kantor. Tapi dengan bersepeda ke kantor, saya juga tidak memperparah kemacetan yang sudah ada. Kalau semua orang yang bermobil, atau semua orang yang bermotor, atau semua orang yang bermobil dan bermotor, beralih menjadi bersepeda ke tempat kerjanya masing-masing, mungkin itu baru bisa menjadi solusi masalah kemacetan di Jakarta.

Jadi, kalau kita belum bisa menjadi solusi, dan kita tidak mau hanya menambah masalah, kita masih punya pilihan lain, yaitu tidak menambah masalah yang sudah ada. Karena sudah terlalu banyak masalah dan kesemrawutan di negeri ini, tak perlulah kita menambahnya lagi…

 
Leave a comment

Posted by on July 28, 2011 in Lain-lain, Uneg-uneg

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: