RSS

Cita-citaku: Jadi orang sukses

03 Aug

Saat kecil dulu, pernahkah anda ditanya tentang cita-cita anda kalau sudah dewasa kelak? Bisa dipastikan hampir semua orang pernah ditanyakan pertanyaan semacam ini. Guru, orang tua, dan keluarga lainnya suka sekali menanyakan pertanyaan ini. Formulir isian biodata atau identitas untuk anak-anak sering kali juga meminta anda memberitahukan cita-cita anda. Dan mungkin bagi anak-anak, pertanyaan tentang cita-cita adalah salah satu yang paling menyenangkan. Tetapi tidak bagi saya, karena saya selalu bingung menjawab apa.

Lalu apa jawaban anda?

Menjadi dokter, arsitek, pilot, tentara, polisi, pengusaha, atlet,artis atau bahkan presiden adalah jawaban yang akan menduduki peringkat tertinggi seandainya ada yang mau melakukan survey atas jawaban cita-cita masa kecil kita. Mungkin ada diantara anda yang mempunyai cita-cita lain, tetapi mungkin juga tidak banyak anak lain yang mempunyai cita-cita seperti anda. Kenapa profesi-profesi itu begitu disukai oleh anak-anak? Bisa jadi karena di mata anak-anak, orang-orang dengan profesi tersebut tampak begitu gagah, keren, berwibawa, dihormati dan disegani. Atau mungkin karena profesi-profesi itulah yang familiar bagi anak-anak.

Saya coba mengingat-ingat lagi apa jawaban saya dulu jika ditanya tentang cita-cita. Sepertinya jawaban saya tidak ada dalam daftar yang saya sebut di atas. Karena ternyata jawaban saya bukanlah sebuah profesi. Jawaban saya ternyata hanyalah ingin menjadi orang sukses. Ah, jawaban yang begitu sederhana. Jawaban yang menunjukkan bahwa pemiliknya tidak berani bermimpi tentang masa depannya, tidak mempunyai gambaran yang jelas tentang ingin menjadi apa dia nanti. Jawaban yang menunjukkan bahwa pemiliknya adalah orang yang tidak berani mengambil risiko, orang yang “nrimo” menjadi apapun. Mungkin begitu kata ahli ilmu kejiwaan.

Pendapat itu ada benarnya juga. Cita-cita itu muncul karena dulu saya bingung mau memilih cita-cita yang mana. Padahal kita semua bebas memilih untuk menjadi apa. Tinggal memilih salah satu saja masih bingung juga.

Tetapi sekarang ternyata saya masih konsisten dengan cita-cita itu. Saya masih tetap ingin menjadi orang sukses. Bukan tanpa alasan itu terjadi. Bukan karena saya masih bingung ingin menjadi apa. Bukan pula karena saya pasrah dengan jalan hidup yang telah digariskan. Tetapi bagi saya sukses adalah sebuah cita-cita yang sangat tinggi dan mulia. Bahkan lebih tinggi daripada cita-cita menjadi presiden. Kenapa bisa begitu?

Ketika dulu saya bercita-cita menjadi orang sukses, yang ada dalam benak saya saat itu tentang sukses adalah jadi apa saja yang penting hidup enak. Hanya itu saja. Saat itu tak ada definisi yang jelas tentang apa itu sukses. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur, tak sulit mencari definisi sukses dari berbagai versi. Tapi saya mencoba membuat definisi sendiri. Definisi yang juga menjadi indikator pencapaian cita-cita saya.

Dari hasil penerawangan, pemikiran, dan pergumulan batin yang saya jalani, saya mendefinisikan orang yang sukses itu adalah orang yang bisa bersyukur dan bermanfaat. Hanya sesederhana itu saja.

Bisa bersyukur artinya bisa menerima dengan ikhlas, lapang dada, tanpa ada penyesalan dan kekecewaan atas segala apapun yang telah diamanahkan Allah padanya, segala yang telah diraihnya, serta segala yang ada pada dirinya. Tak hanya bisa menerima, bersyukur juga berarti bisa memanfaatkan dan menggunakan segala sesuatu itu sesuai dengan peruntukannya, tetap memenuhi hak dan kewajibannya, sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan Nya. Jadi, untuk sukses anda tak harus banyak harta. Hidup pas-pasan pun bisa sukses. Untuk sukses anda tak harus punya jabatan tinggi. Pegawai rendah pun bisa sukses. Untuk sukses anda tak harus punya otak jenius, kecerdasan, dan rentetan gelar di belakang nama anda. Orang putus sekolah pun bisa sukses. Karena kesuksesan tidak diukur dari apa yang anda miliki atau anda capai, tetapi bagaimana anda menyikapi dan memanfaatkannya.

Bermanfaat adalah ketika apa yang ada pada anda tak hanya memberikan kesenangan dan kebahagiaan pada diri anda sendiri, tetapi juga memberikan kesenangan dan kebahagiaan pada orang lain, lingkungan, dan bahkan alam sekitar. Bermanfaat adalah ketika kehadiran anda begitu dinantikan dan disambut dengan senyuman. Bermanfaat adalah ketika kepergian anda ditangisi. Bermanfaat adalah ketika keberadaan anda bisa memperbaiki keadaan, bukan malah sebaliknya. Bermanfaat adalah ketika kisah hidup anda menjadi inspirasi. Bermanfaat adalah ketika orang-orang hanya sibuk membicarakan kebaikan anda, dan bingung ketika mencari kejelekan anda.

Dengan 2 kriteria itu, sukses bisa diraih siapapun. Sukses bukan milik golongan tertentu saja. Untuk sukses anda hanya perlu untuk bisa bersyukur dan menjadi manusia yang bermanfaat dimanapun. Sukses di dunia, dan sukses di akhirat tentunya.

Ah…ternyata jalan saya masih sangat panjang untuk menuju kesuksesan.

 
1 Comment

Posted by on August 3, 2011 in Uncategorized

 

One response to “Cita-citaku: Jadi orang sukses

  1. miles

    May 19, 2016 at 3:06 pm

    makasih yang penjelasan tentang org sukses

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: