RSS

Hore… Kantorku Punya Parkir Sepeda

29 Dec

Akhir tahun adalah saat yang paling tepat untuk melakukan pengadaan, pembangunan, maupun renovasi berbagai macam barang dan bangunan. Setidaknya itulah kepercayaan yang dianut oleh hampir seluruh institusi pemerintah di negeri ini, termasuk institusi tempat saya mengabdi (sebut saja sebuah kementerian di kawasan Lapangan Banteng).  Entah apa dasar pemikirannya, tak tahu dari mana landasan teorinya, hingga muncul keyakinan seperti itu. Yang jelas itulah realita yang nyata-nyata terjadi di sini. Meja kursi baru berdatangan, gedung-gedung lama dipercantik, taman-taman didesain ulang, jalan raya digali, dan masih banyak lagi hal serupa.

Dari sekian banyak pengadaan, hanya satu hal kecil yang menarik bagi saya. Ya, apalagi kalau bukan parkiran sepeda. Ahay…. Kantor ini sekarang punya parkiran sepeda…!

Ada 3 buah benda semacam ini, di lokasi yang berbeda

Lalu ada hubungan apa antara keyakinan tentang akhir tahun dengan parkiran sepeda itu? Begini ceritanya:

Gerakan bersepeda ke tempat kerja (b2w) di lingkungan kantor saya sempat mengalami pasang surut. Sekira 3 tahun yang lalu gerakan ini sempat menempati rating yang tinggi. Ada beberapa pegawai yang cukup aktif bersepeda ke kantor. Walaupun tak terlalu banyak jumlahnya, tapi paling tidak saat kami berkumpul sudah tampak seperti sebuah komunitas atau rombongan sepeda. Saat itu kami sempat membuat kostum/jersey seragam. Dengan sering “ngumpul-ngumpul” apalagi dengan jersey seragam, semakin nyata lah eksistensi gerakan b2w ini. Target selanjutnya adalah memperjuangkan tempat parkir khusus sepeda. Menurut informasi yang saya dapat, saat itu beberapa teman sudah sempat mengajukan permohonan secara resmi untuk pembuatan tempat parkir khusus sepeda.

Seiring berjalannya waktu, gerakan b2w di kantor saya mengalami pasang surut. Tak tampak lagi para pegawai bersepeda berkumpul di hari Jumat pagi. Setali tiga uang nasib tempat parkirnya, permohonan yang sudah diajukan tak kunjung berbalas. Hanya sesekali tampak satu dua orang yang masih setia dengan sepedanya setiap kali pergi ke kantor.

Kemudian 1 tahun terakhir ini gerakan b2w mulai menggeliat lagi. Teman-teman yang sudah lama menggantung sepedanya di gudang, terpanggil lagi untuk kembali mengayuhnya ke kantor. Teman-teman –terutama pegawai baru- yang belum punya sepeda tergugah untuk menebus sepeda idaman. Bahkan ada seorang teman yang sebelumnya alih-alih bersepeda ke kantor, naik sepeda saja tidak bisa, ikut terprovokasi untuk membeli sepeda. Walaupun dalam pada akhirnya beberapa bulan kemudian teman saya itu menjual lagi sepedanya. Namun setidaknya kini dia sudah bisa dan berani naik sepeda di jalan raya.

Melihat peminat sepeda yang semakin meningkat, kami pikir inilah momen yang tepat untuk kembali melanjutkan program yang tertunda, pembuatan tempat parkir sepeda. Kalaupun sampai perlu acara demo segala, massa kami sudah cukup banyak. Haha… Maka setelah menggalang dukungan dan melakukan lobi kesana kemari, kami kembali mengajukan permohonan secara resmi kepada pihak yang berwenang.

Singkat kata, entah karena apa, tren bersepeda di kantor saya mulai meredup lagi. Tinggallah segelintir orang yang belum sembuh “gila” nya dan semakin parah kecanduannya pada sepeda. Mungkin termasuk saya. Tempat parkir yang kami tunggu-tunggu tak kunjung ada. Bahkan kabar berita dan perkembanga sudah sejauh mananyapun tak terdengar lagi. Saya sudah pasrah saja.

Tapi ternyata doa dan harapan kami tak sia-sia. Beberapa hari yang lalu saya melihat sebuah benda aneh berwarna kuning. Setelah saya amati terdapat simbol sepeda pada di bagian atasnya, saya menyimpulkan dengan penuh keyakinan bahwa ini adalah sebuah tempat parkir sepeda. Hurray…!!!

Demi tidak mengklaim bahwa tempat parkir ini adalah hasil usaha kami, maka saya anggap pembuatan tempat parkir ini adalah buah manis dari keyakinan tentang akhir tahun yang saya ceritakan di awal tadi. Dan dengan mengabaikan soal desain dimana jarak antar palang terlalu lebar sehingga kurang bisa menahan sepeda yang bersandar, keberadaan tempat parkir ini adalah sebuah langkah maju, kalau tak boleh disebut sebuah lompatan. Semoga dengan keberadaan tempat parkir ini, semangat kehidupan bersepeda di kantor saya kembali bergelora. Dan kalau boleh berkhayal, semoga suatu saat nanti tempat parkir motor dan mobil tergusur, berubah menjadi benda kuning aneh berlogo sepeda seperti ini.

 
Leave a comment

Posted by on December 29, 2011 in Sepeda

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: