RSS

Akhirnya Jatuh Juga

20 Jan

Ketiadaan jalur khusus sepeda di Jakarta, membuat pesepeda harus berbaur tumplek blek jadi satu dengan sepeda motor, mobil, bus, dan segala macam kendaraan lain dalam satu jalur yang sama. Ditambah lagi perilaku dan sikap mayoritas pengguna lalu lintas yang minim rasa peduli dan saling menghargai, membuat pesepeda harus rela “bersaing” secara terbuka dengan semua kendaraan itu. Tentu ini sebuah persaingan yang tidak imbang. Karena secara kodrat, sepeda memang diciptakan lebih lemah dibandingkan motor, mobil, apalagi bus. Ketika terjadi kontak fisik antar jenis kendaraan itu, besar kemungkinan sepeda dan pengendaranya lah yang akan menderita kerusakan dan kerugian paling besar.

Pagi ini, seperti biasa hari Jumat lainnya saatnya b2w ke kantor. Tapi hari ini saya berangkat sedikit lebih pagi karena kebetulan ada acara di kantor. Kondisi lalu lintas sudah cukup ramai. Beberapa menit mengayuh sepeda, sampailah saya di bekas SPBU Pakubuwono. Kondisi jalan cukup lancar dan agak menurun mempercepat laju sepeda saya. Maksud hati ingin menikmati suasana pagi maka saya menebar pandangan ke sekitar. Mata saya tak lagi fokus ke depan, kemana saya seharusnya fokus. Sedang asyik-asyiknya menikmati pemandangan sekitar, tepat di depan SMK 30 tiba-tiba saya dikagetkan oleh pengendara motor yang entah sejak kapan ada disitu. Motor itu melaju sangat pelan –antara berhenti dan jalan lambat- di sisi paling kiri. Beberapa saat kemudian saya tersadar, motor itu berada dalam satu garis lurus dengan posisi sepeda saya, yang saat itu sedang melaju cukup kencang. Bersamaan dengan itu saya juga berpikir “bisa nubruk nih kalo kayak gini”.

Sayangnya ketika itu jarak saya dengan si pengendara motor hanya tinggal beberapa cm saja. Jari-jari tangan saya terlambat menarik tuas rem. Handlebar pun tak sempat saya banting ke kanan. Saya hanya pasrah saja saat itu. Dan benar saja, kontak fisik tak seimbang itu tak terhindarkan.

GUBRAKKK….!!!

Tiba-tiba saya sudah berguling-guling di atas aspal. Sementara si pengendara motor dengan angkuhnya tetap dalam posisinya semula. Dia hanya kaget lalu memandang dengan penuh perasaan aneh pada saya. Saya pun langsung bangun. Sepeda saya tuntun ke pinggir. Ada bapak satpam yang menolong saya. Yang pertama saya lihat kondisi sepeda. Sepertinya semua masih berada di tempatnya, kecuali lampu depan yang copot. Alhamdulillah badan saya juga masih utuh, hanya sedikit nyeri di lutut kiri.

Mengobati rasa malu, saya berusaha mencari-cari kesalahan pengendara motor. Dan satu yang saya ingat, dia tidak menyalakan lampu sein. Aha… Itulah senjata saya untuk menyerangnya. “Berhenti gak nyalain lampu sein sih mas…!” Hardik saya (sebelum dia menghardik saya). Tak mau kalah, dia pun balas menghardik saya “Kan saya sudah berhenti dari tadi”. Beberapa saat kami berdua tetap bersikukuh dengan pendapat masing-masing. Ah sudahlah, tak ada gunanya berdebat, apalagi sampai rebut. Lagipula ini memang salah saya. Akhirnya saya memilih untuk memeriksa lagi kondisi sepeda saya. Ternyata ban depan kempes pes. Mungkin sobek, karena ketika saya coba pompa tak ada udara yang masuk sama sekali. Beruntung saya bawa ban cadangan. Langsung ganti ban dalam. Saat ban terpasang kembali baru sadar ternyata rim juga sedikit peyang.

Tak apalah, yang penting masih bisa melanjutkan perjalanan ke kantor. Dan sampai kantor Alhamdulillah belum terlambat.

 
1 Comment

Posted by on January 20, 2012 in Sepeda

 

One response to “Akhirnya Jatuh Juga

  1. sepurhore

    January 21, 2012 at 2:16 pm

    Tenang Bro, yang penting sekarang tambah mahir bersepeda.
    Minimal tambah lagi satu aspek: “konsentrasi.”🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: